Kata orang, jika serius menangani masalah, pada level organisasi atau pemerintahan, maka akan muncul institusi2 yang khusus didedikasikan untuk menyelesaikan permasalahan tadi. Seiring dengan 2 fenomena besar yang dihadapi masyarakat Jepang, yakni perubahan struktur masyarakat yang makin tua dan menyusut, serta di sisi lain, tuntutan kehidupan yang lebih berorientasi pada masa depan yang harmonis dengan lingkungan, maka permasalahan di tingkat wilayah untuk menyelaraskan hal2 ini menjadi prioritas pula. Nah, komitmen dan keseriusan yang bisa dilihat adalah komisi2 kecil yang membidangi masalah2 ini langsung di bawah komando Perdana Menteri.
Dari sekitar 60-an lebih komisi kebijakan (seisaku kaigi) yang langsung dikoordinasi oleh Perdana Menteri, maka yang erat kaitannya dengan pembangunan kota dan wilayah secara langsung (pijakan pembangunan wilayah), ada 4 komisi. Bila disangkutkan dengan permasalahan daerah lain, maka beberapa di antaranya seperti “penggabungan daerah” (shichouson gappei), desentralisasi dan reformasi administrasi (gyosei kaikaku) juga mempunyai sasaran di daerah. Empat komisi adalah komisi peremajaan kota, komite peremajaan wilayah, komite optimalisasi kembali pusat kota, komite reformasi struktur daerah/wilayah khusus. Tentu saja, karena berada sejajar dengan komisi2 lain, maka penanganannya pun begitu profesional. Komite2 ini juga tak lebih rendah dari apa yang saat ini menjadi perbincangan seru di media, seperti antisipasi teror, pendidikan, sistem pensiun, pemanasan global, maupun menurunnya jumlah kelahiran (shoushika). Sifatnya luwes, karena jika telah dirasa tak diperlukan lagi, maka komisi2 ini bisa segera dibubarkan, misalnya komisi untuk Aichi Expo 2005 yang telah bubar seiring dengan selesainya even ybs. Yang baru saja terbentuk adalah komisi untuk membahas tanggapan kebijakan akan mahalnya bahan bakar dan usaha menengah-kecil (Desember, 2007 lalu).
Dari empat komisi yang erat dengan pembangunan wilayah tadi, yang paling gres dibentuk adalah Chuushin shigaichi kasseika honbu atau bagian (komisi) peremajaan daerah pusat kota yang terbentuk Agustus 2006 lalu. Tiga lainnya, toshi saisei (peremajaan kota) dibentuk Mei 2001, kouzou kaikaku tokubetsu kuichi suishin (reformasi struktur wilayah khusus) dibentuk pada Desember 2002, dan chiiki sasei (peremajaan daerah) yang dititikberatkan pada pertumbuhan ekonomi daerah dari sudut pembangunan daerah telah dibentuk pada Oktober 2003 lalu. Dengan adanya 4 komite yang sebenarnya sangat berdekatan kajian maupun pembahasannya, maka mereka disatukan dalam sebuah wadah besar bernama chiiki kasseika tougou honbu kaigou atau kira2 komite bersama revitalisasi wilayah, pada bulan Nopember tahun lalu. Beberapa arahan dasar untuk rencana peremajaan daerah pusat kota ini telah mulai didiskusikan. Beberapa kota, yang pada umumnya adalah kota ukuran sedang (middle size), juga telah dikonfirmasi rencana dasar peremajaannya oleh komisi ini.


