Ki Hadi Sugito, Memori Wayang

Para pamiarsa, giyaran ringgit purwa ing ndalu punika kanthi lelampahan “Ontosena Takon Bapa” ingkang badhe kaaturaken dening Ki Hadi Sugito saking Toyan Wates. Sugeng midhangetaken.

Itu adalah sebagian penggalan yang umum untuk memulai acara Pagelaran Semalam Suntuk di radio2 Jogja saat itu. Hampir tiap hari, radio2 Jogja mulai dari berlanggam modern sampai yang berlanggam konvensional selalu bergantian memutar pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Dan yang paling banyak diputar, sampai akhir 90-an adalah pagelaran wayang oleh Ki Hadi Sugito. Dari Toyan, Wates, Kabupaten Kulon Progo tadi. Rumah beliau yang ada di “pengkolan” Toyan setelah lepas dari Wates menuju Purworejo, bergambar gunungan besar, sangat mencolok waktu itu. Waktu kecil, lewat rumah Beliau saja, rasanya sudah mbungahi. Perasaan yang ketika ditunjukkan rumah Ki Timbul Hadiprayitno (Ki Timbul Cerma Manggala) dalang favorit lainnya, di seputaran Patalan, Jetis, Kabupaten Bantul saat melewatinya.

Berita meninggalnya Ki Hadi Sugito, belum lama ini (2 hari lalu?), cukup membuat memori “nyandhu wayang” atau maniak wayang muncul lagi. Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji`uun, semua yang bernyawa pasti akan kembali ke haribaanNya. Masih sangat jelas, ketika SD sudah mulai mengikuti sekuen siaran Baratayudha-nya Ki Timbul, lalu berdiskusi keesokan harinya dengan orang2 dewasa di rumah untuk memperjelas jalan cerita yang mungkin kurang terpahami atau terlewat ditinggal tidur. Membaca buku2 cerita wayang, tokoh2nya, dan diajak langsung menyaksikan Pegelaran Wayang Kulit di Sasana Hinggil Dwi Abad di Alun2 Selatan Keraton Jogja adalah memori yang indah pula. Ditambah, ketika suka membuat wayang dengan kertas karton yang digambari tokoh, memotongnya, melumurinya lem dan menjemurnya supaya kuat serta kaku mirip kulit asli, menggabungkan tangan dengan potongan bekas isi bolpoin, dan mewarnai sekaligus menatahnya (menyungging) adalah bagian lain berinteraksi dengan wayang. Termasuk, ketika maju Porseni SMP se DIY dan berhasil menggondol medali gambar ornamental gara2 menggambar wayang, he..he.. Perbedaan menggambar tokoh bambangan yang berhidung lancip, raton yang pakai kotang, gagahan yang berhidung golok, sampai raksasa yang berhidung terong, pun mungkin masih sedikit ingat sampai kini.

Mengingat gaya mendalang Ki Hadi Sugito, juga membekaskan beberapa crita carangan (di luar pakem) yang menjadi kepiawaiannya. Lain dengan Ki Timbul Hadi Prayitno yang ketat terhadap pakem dan mampu membuat pagelaran wayang begitu berwibawa. Ki Hadi Sugito di lain pihak, mampu menampilkan pagelaran wayang yang menyenangkan. Cirinya Beliau selalu mahir untuk memasukkan banyolan2 lewat tiap tokoh mulai yang serius, sampai tokoh2 “untuk digarap” semacam Durmagati (satu di adik Duryudana, kakak sekaligus raja Astina), Patih Sengkuni, Pandita Durna, dan tentu saja para punakawan itu. Sebagaimana Pak Timbul, Pak Hadi Sugito juga mampu membedakan karakter tiap2 tokoh wayang secara jelas, baik lewat suara, logat, maupun isi pembicarannya. Keduanya berkualitas sama tingginya.

Saat mengerjakan tugas yang ber-SKS (sistem kebut semalam) atau belajar rapelan menjelang ulangan umum atau ujian maupun mengerjakan lemburan tugas gambar, suara dalang2 favorit ini juga bisa berfungsi sebagai penunjuk waktu. Apalagi jika menjelang jam 5 pagi, gending yang bertalu-talu dan cerita yang mengalir hampir mencapai klimaksnya, itu juga sebagai pertanda apakah target nglembur sudah terpenuhi :-).

Meski alamiah, wafatnya Sang Maestro bisa menjadi titik kritis eksistensi pertunjukan wayang pasca Beliau dan begitu sepuhnya Pak Timbul Cerma Manggala. Meski katanya, Ki Sutono yang merupakan putra Pak Hadi Sugito mewarisi bakat Almarhum, namun karena belum pernah mendengarkan atau melihatnya langsung, maka tetap lah merasa kehilangan dan belum yakin tampilnya para pengganti Belkiau2 ini. Apalagi, keinginan untuk “serius” mendengarkan wayang kembali muncul ketika beberapa tahun belakangan ini makin sadar banyak cerita Ramayana, Mahabarata maupun Baratayuda yang terlupa urutannya. Targetnya paling tidak, bila mampu mengakrabi cerita wayang itu kembali, maka minimal bisa sedikit memberi cerita tandingan Kamen Rider bagi anak2 :-P. Betul dan masih percaya ucapan para winasis itu, bahwa pagelaran wayang bisa jadi multi wahana bagi pengembangan budaya tradisional (bahasa, sopan santun, filosofi, dan sebagainya). Bahkan, kegiatan ini adalah salah satu jalur efektif untuk nguri-uri kabudayan (Jawa) yang oleh sebagian generasi saat ini makin banyak ditinggalkan.

32 Tanggapan ke “Ki Hadi Sugito, Memori Wayang”

  1. Mydearjoko Berkata:

    Saya juga sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Bapak Hadi Sugito. Radio-radio di Lampung Tengah, minimal seminggu 3 kali selalu menyiarkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Dalang yang sering diputar adalah Ki Hadi Sugito. Saya mendengar rekaman wayang Pak Gito mulai dari umur 5 tahun hingga 25 tahun. Karakter wayang yang beliau gambarkan begitu kokoh membentuk pikiran saya akan wayang. Sejak 5 tahun lalu ketika saya pindah ke Palembang, dan sekarang saya tinggal di Jambi, saya selalu merindukan alunan beliau ketika melakukan lagon. Bagi saya Ki Hadi Sugito adalah dalang terbaik ketika melakukan lagon dan antawacana.

    Seandainya Mas Sani punya rekaman beliau yang berbentuk MP3 saya akan sangat gembira jika Mas Sani mau berbagi dengan saya. Terima kasih.

    Jawab:
    Mas “Mydearjoko” (Mas Joko ya?), salam kenal dan terima kasih atas komentarnya. Waduh, ketemu para pecinta wayang kulit juga akhirnya. Sama Mas, betapa saya juga kehilangan, apalagi rencana muluk2 tadi. Mudah2an kita mendapatkan pengganti yang setara. Dan nyuwun pangapunten, saya tak punya MP3 Beliau Mas. Nanti kalo sudah di Jogja lagi, saya sempatkan untuk mencarinya. Maaf dan terima kasih. MSR

  2. Suparji Berkata:

    wah, rasanya setelah beliau meninggal sulit deh cari pengganti yang setara.

    Jawab:
    Begitu ya Mas Suparji? Mudah2an saja yang belum matang segera matang ya. Semoga.

  3. Niel Berkata:

    Halo Mas yang jadi pengelola blog ini, please panjenengan punya profil mbah Hadi Sugito gak? Atau catatan-catatan tentang beliau, tentang lakon-lakonnya atau apa gitu? Butuh banget nih. Salam Wayang, Gondho blegedug monyor-monyor.

    Jawab:
    Mas Niel, dengan amat menyesal saya tak mempunyai akses ke informasi yang begitu saya ingini juga. Ada nggak ya Pak Hadi Sugito fans club? :-). Nuwun dan maaf, MSR

  4. Resi Bismo Berkata:

    Kangen juga nonton wayang, dulu waktu SD sering diajak bokap nonton. Pernah di dep Trans, BI, Manggala Wanabakti Dep Hut. Yang berkesan dulu pas di BI, semalam suntuk dengan 4 dalang yang berbeda kalo saya tidak salah, Ki Anom Suroto, Ki Hadi Sugito, Ki Mantep, Ki timbul, cuma sayangnya saya gak begitu ngerti bahasa jawa halus (Yogya, Solo dan sekitarnya), tapi enaknya makanannya itu loh, gak abis2. Saya lewih sreg dengan Ki Gino (a.k.a bapaknya Mayang Sari) sebab beliau memakai baha banyumasan yang biasa saya dengar dirumah :D.

    Turut berduka cita atas wafatnya dalang Pak Gito, butuh waktu lama nih kyknya untuk memproduksi dalang. Apa lagi sekali tanggep mahal hiks…

    Jawab:
    Woo, punya memori juga dengan wayang to Mas Bismo. Jelas ya, minimal dari pihak orang tua yang telah memilihkan nama yang erat dengan dunia pewayangan pula. Ngomong2, Banyumas-nya mana ya, soalmya saya pun ada darah Banyumas dari Ayah, he..he.. Maaf dan trima kasih, MSR

  5. Heru Berkata:

    Kebetulan saya tinggal di Kulon Progo, tapi dari Ki Hadi Sugito sangat jauh. Apa yang ditulis dipostingan ini mirip dengan waktu saya masih kecil, ngga cuma suka dengering wayang, terutama Ki Hadi & Ki Timbul (maaf waktu itu saya ngga suka dengering wayang gagrak Solo), tapi saya juga menggambar wayang dengan karton sebagai media. Saya sungging dengan alat sederhana, karena kalo disungging beneran hancur kartonnya. Kemudian saya cat sesuai dengan wayang kulit umumnya. Saya menggambar wayang mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 3 SMA. Hampir semua tokoh wayang saya hapal nggambarnya. Hm… rasanya ingin kenangan itu terulang. Masing pengen gambar wayang, mungkin nanti akan nyantrik di padepokan seni sungging wayang…Semoga KI Hadi Sugito diterima disisi-Nya. Amin.

    Jawab:
    Mas Heru, salam kenal dan terima kasih sharing ceritanya. Malah untuk menggambar wayang, Anda sangat lama. Hebat. Tentu saja makin “nglothok” dengan berbagai ciri karakter wayang. Mudah2an Mas Heru selalu sukses. Saya mengaminkan juga semoga Alm. Pak Hadi Sugito mendapat tempat terbaik di “Jonggring Saloka”nya Allah SWT. Allahumma aamien.

  6. Kandar Ag. Berkata:

    Cerita Mas Sani mirip dengan pengalaman saya waktu masih SD dan SMP dulu. Ki Hadi Sugito menemani saat-saat belajar sampai larut malam. Wadhuh…. kapan ana dhalang memper Ki Hadi Sugito ya? Suarane, gandeme, lucune…ngangeni!

    Ki Hadi Sugito miturut pengalamanku

    Jawab:
    Mas Kandar, matur nuwun ampirannya. Wah, ternyata memang Ki Hadi Sugito menjadi teman baik para pelajar dan mahasiswa ya. Mudah2an itu membuat catatan tersendiri bagi Almarhum di sisiNya. Btw, tulisan berbahasa Jawa Anda juga membuat kagum. Sip, lanjut Mas. Maaf dan nuwun, MSR

  7. Dedek Berkata:

    Saya penggemar wayang (dalang mana saja). Buat saya Hadi Sugito sangat khas, sangat beda dengan yg lain. Beliau adalah dalang gecul, sangat enak didengarkan maupun ditonton. Kalo Ki Timbul itu kelebihannya di bidang filosofi. Kalau mau nyemak filosofi di dlm wayang kulit, dengakan Ki Timbul. Ki Nartosabdo, memiliki kelebihan pada gending dan sarasilah wayang. Meski beraliran Solo, Ki Narto tdk anti aliran Yk. Mungkin krn banyak merokok, kalo ndalang sering batuk. Beda lagi dengan Ki Manteb. Suaranya Cempreng, tapi sabetannya nggilani. Paling enak untuk ditonton, tapi kalo untuk didengerkan kurang mantab. Ki Anom memiliki suluk yg sangat empuk, tapi perangnya leled shg td enak ditonton. Tapi skr beliau sering tampil berpasangan dengan anaknya yg akan mengambil peran pd saat sabetan shg memikat untuk dilihat.

    Dalang Enthus, Joko Edan, dan Adik Ki Anom (Asmoro?) menurut saya, masih blm setara dengan yg sudah saya sebut di atas. Tetapi, Ki Enthus memiliki fans sendiri karena beliau satu2nya dalang yg mewakili saudara2 NGAPAK (Tegal, Banyumas, dsktrnya), jadi cukup laris juga. Menurut saya dia juga dalang politik. Waktu Amin Rais kampanye naik becak, Ki Enthus mengkritiknya. Tapi jagoannya (Mega) juga kalah. Dulu ada dalang tenar mewakili Banyumas dsktr, yaitu Ki Hadi Sugino. Kalo menyuarakan tokoh wanita, atau Durna, suaranya kayak mau menangis. Setahu saya Sugino gemar melakonkan tokoh kontroversial, yaitu Wisanggeni dan Ontoseno. Saya kurang tahu apakah saat ini masih aktif.

    Kembali ke Hadi Sugito. Dalam hal suara, saya akan menempatkan beliau nomer satu. Tak ada dalang yg memiliki variasi suara selengkap beliau. Dia memiliki suara khas untuk Yudistira, Kresna, Arjuna, Bima, Durna, Sengkuni, Durmogati, Citraksa(i), Dursasana, Duryudana, Baladewa, dll. Juga, suaranya konsisten dari awal hingga akhir. Dlm hal humor, dia juga yg paling lucu. Kalo ada dalang yg memiliki kualitas suara dan humor Sugito, sejarah wayang dan gending Narto, filosopi Timbul, suluk Anom, dan sabetan Mantep … Wow excellent.

    Jawab:
    Mbak Dede (kalo benar Anda wanita, wah begitu hebat, salut). Terima kasih analisis dalang2 kontemporer, begitu tepat dan lengkap. Sip, matur nuwun. Berdasar analisis Anda sampai dengan Pak Mantep, saya setuju. Mulai dari Ki Enthus saya ketinggalan info jauh, karena jarak. Paling tidak bisa jadi referensi lanjut nantinya. Saya pribadi sangat senang dan sedikit optimis, masih banyak yang suka pagelaran wayang. Maaf dan terima kasih, MSR

  8. Budhi Setyawan Berkata:

    Saya sebagai wong asli Purworejo, yang tak begitu jauh dari Toyan Wates Kulonprogo, apalagi radio2 di Purworejo seringnya memutar siaran wayang kulit dengan dalang Ki Hadi Sugito, merasa sangat kehilangan. Ki hadi Sugito adalah dalang mampu membuat ‘hidup’ wayang lewat percakapannya, karena pembedaan suara karakter wayang (anta wacana) yang demikian bagus. Saya mengenal suara Ki Hadi Sugito dari kaset Goro-Goro, yang sering diputar oleh Bapak saya. Yang paling lucu bagi saya adalah Goro-goro lakon Ujung Sengara (kalau gak salah). Dlm kaset goro2 itu, dhagelan Gareng, Petruk, Bagong sangat meriah, bahkan kadang tokoh Semar juga ikut ndhagel. Kemudian gendhing2 juga dibawakan oleh pesindhen dan para wiyaga dengan sangat atraktif, seperti gendhing Kalongking, Rujak Jeruk, dll.

    Saya mempunyai beberapa kaset wayang kulit Ki Hadi Sugito, yang menurut saya merupakan karya terbaiknya juga yaitu lakon Wahyu Senopati. Selain itu ada beberapa lakon lain dan Goro2. Lakon wayang yang dibawakan Ki Hadi Sugito menjadi sangat penuh dengan lelucon apabila beberapa tokoh wayang menjadi peran utama dalam lakon itu seperti Wisanggeni, Ontoseno, para punakawan (lakon: Petruk Dadi Ratu, Bagong Dadi Ratu, Semar mBangun Kayangan, dll). Ya… lakon2 dalam siaran wayang kulit waktu saya di Purworejo dari kecil sampai lulus kuliah, terasa sangat membekas dlam ingatan saya. Saya sering begadang (melek) dengan bapak saya, bahkan sampai dini hari. Kadang saya disuruh tidur duluan, karena esoknya masuk sekolah. saya ke kamar, dan tiduran di tempat tidur, padahal saya juga masih mendengarkan wayang kulit itu; kadang sampai siaran wayang selesai; dengan gendhing yang seolah membawa saya ke awang-awang…

    Lha mungkin sekarang alangkah baiknya jika dimulai digitalisasi karya2 Ki Hadi Sugito, ke dalam bentuk CD. Teruslah hidup seni wayang kulit, menjadi tontonan sekaligus tuntunan, dalam kehidupan dan budaya sehari-hari! Salam kenal, Budhi Setyawan

    Jawab:
    Mas/Pak Budhi, salam kenal kembali. Senang bisa mendapatkan komentar berdasar pengalaman langsung dari Pak Budhi. Seperti dugaan saya, banyak kawula muda yang masih menggandrungi wayang, terutama hasil anggitannya Pak Hadi Sugito. Tentunya, kesempatan mendata karya2 Beliau bisa menjadi gayung bersambut bagi pemodal yang punya minat “nguri-uri” pagelaran wayang ya Pak. Matur nuwun dan maaf, MSR

  9. Kliwon Ardhy Prasetyo Berkata:

    Innalilahi wa inna ilaihi roji’un. Dalang kondang Ki Hadi Sugito wafat. Kawulo nderek belosungkowo atas mangkatipun Bp. Hadi Sugito. Mugi2 roh arwahipun saget katampi ing ngayunaning Gusti Illahi Robbi, sedoyo amalipun naliko gesang pikantuk pasihanipun Gusti Alloh. Dumateng poro mudho ingkang tuhu nguri2 kabudayan jawi khususipun seni pedhalangan sageto nulat dalang ingkang tatas titis lan tutus sarto tetes anggenipun nindakken sak rehing budhoyo ing seni pedalangan meniko, khususipun ing ontowacono ingkang kulo kinten dereng wonten ingkang kados panjenenganipun dalang Ki Hadi Sugito Almarhum. NUWUN.

    Jawab:
    Allahumma aamien. Matur sembah nuwun Kangmas Ardhy Prasetya anggenipun ngaturi bela sungkawa sedananipun dalang ingkang kita satuhu tresnani. Nuwun.

  10. Joko Berkata:

    Innalillahi Wa Innailaihi rojiun… Saya kaget dengernya. Padahal waktu di Masjid Nabawi, kemarin saya ketemu ponakan Ki Hadi Sugito dan ia berjanji mau nganter saya ke rumah Ki Hadi Sugito. Saya bilang saya fans beratnya. Eh, tahu2 denger berita dari blog, beliau sudah wafat. Mudah2an anaknya (Toto) mampu meneruskannya.

    NB : Saya sempet denger rekaman wayang MP3 beliau di PDA saya selama di pesawat…

    Jawab:
    Mas/Pak Joko, matur nuwun. Memang begitu adanya. Aamien, mudah2an Almarhum mendapat tempat terbaik di sisiNya dan masih ada generasi penerus yang tak kalah lihai dan sepak terjangnya dengan Almarhum. Mugi Gusti Allah ngijabahi. Mdtk, MSR

  11. Koen Berkata:

    Innalillahi wainna ilaihi roji’un
    Saya baru tahu kalo dhalang pavorit saya sudah “sedo” dari temen sekampung beberapa hari yg lalu. Padahal sebelum sasi Suro kepungkur, saya masih rasan-rasan, kapan pulang ke Jawa mau nonton pertunjukan Ringgit Purwo nya Pak Hadi Sugito.
    Betapa kerinduan saya akan pertunjukan wayangnya Pak Hadi Sugito nggak bakal terobati, tapi masih ada Mas Kelik Sutono yg memper sama suwargi bapaknya.
    Kalo boleh saya tahu, barangkali ada rekaman pertunjukan Ringgit Purwo oleh Swargi Ki Hadi Sugito dalam bentuk VCD, kalau ada mohon diberi informasi lengkap, saya mau membeli untuk bisa dinikmati saat-saat santai di rumah. Bagi yg tahu informasinya, mohon dengan segala hormat bisa memberikan jawaban di sini.

    Atas semuanya saya ucapkan terima kasih.
    Wassalam

    Jawab:
    Pak/Mas Koen, salam kenal dan terima kasih ampirannya :-). Terima kasih pula sedikit pencerahan dan harapan lewat informasi yang ditulis Pak Koen bahwa putra Pak Hadi Sugito, Mas Kelik Sutono, juga mumpuni untuk melanjutkan misi luhur padhalangan. Dan untuk info VCD saya pribadi juga belum pernah mendapatkannya. Mudah2an ada nanti yang membaca rerasan Pak Koen dan mampu memberi jawaban yang membuat kita semua lega.
    Nuwun dan maaf, MSR

  12. Koen Berkata:

    Sekedar tambahan, waktu saya masih tinggal di kampung halaman, kalau tahu ada pagelaran wayang kulit dg dalang Ki Hadi Sugito, selama masih bisa di tempuh dengan bersepeda onthel, pati tak parani, sewengi muput nonton wayang nganti tancep kayon.

    Semoga arwah beliau mendapat tempat di sisiNya, murwat marang kebajikannya selama hidup di marcapada, Amin…

    Jawab:
    Wah, perjuangan Pak Koen untuk menyalurkan “klangenan” begitu patriotik. Aamien, mudah2an Almarhum mendapat termpat terbaik di sisi Gusti Allah Ingkang Murbeng Jagad.

  13. wegig Berkata:

    wah, saya kaget karena belum dengar brita ini… baru saja kemarin jumat saya dengarkan karna gugur di Pati, tidak saya lanjutkan karena terharu dengan bunuh dirinya surtikanthi. semua ini dibawakan oleh ki hadi sugito yg mjadi favorit saya.. duh.. meninggal to? getun pungun-pungun. ilang denya memanise. duh… saya sangat merasa kehilangan… beliau santa fasih dalam memberikan suara2… ga ada bagong yag paling pas kayak bagong beliau. juga caranya memainkan krepyek. wah…

    Jawab:
    Betul Mas Wegig, banyak yang kehilangan atas berpulangnya Almarhum Pak Hadi Sugito. Mudah2an akan muncul pengganti2 Beliau yang juga mumpuni. Aamien.

  14. Kandar Ag. Berkata:

    Mas Sani, kula ndherek pengumuman nggih…

    Para pandhemen Ki Hadi Sugito… saya sudah mengupload salah satu lakon (dari 10 yang saya rencanakan) wayang kulit MP3 Alm. Ki Hadi Sugito. Itu saya lakukan berhubung banyak yang menginginkannya, dan saya kesulitan untuk mengirimkannya karena email yang ditujukan ke saya tidak disertai alamat. Sementara URLs untuk mendownload bisa Anda lihat di blog Jawa saya.

    Semoga bermanfaat, dan mangga dipun waradinaken…

    Matur nuwun Mas Sani!
    God bless!

    Jawab:
    Mas Kandar, beribu terima kasih telah mencoba sharing karya Alm. Pak Hadi Sugto. Mudah2an menjadi amal shalih. Matur nuwun.

  15. Nanang Hartoyo Berkata:

    Saya turut berduka, semoga Ki Hadi Sugito diterima disi Nya.

    Jawab:
    Aamien ya Allah. Trima kasih Mas Nanang. Salam kenal juga.

  16. hary gymbal Berkata:

    saya akan berusaha meneruskan perjuangan beliau…
    mohon doa restu…

  17. pajecko Berkata:

    Mas-mas, semua bagi yang berminat mengoleksi atau menonton langsung dengan cara video streaming wayang kulit ki hadi sugito dengan lakon Wahyu Ekajati silahkan mengunjungi chanel saya di YOUTUBE dengan alamat http://www.youtube.com/pajecko. Ada 35 file, sampai detik ini sudah terupload 24 file, yang lain menyusul …Salam dari Serpong, Tangerang

  18. Sepdi, NS Berkata:

    Mas sani saya pengin nderek berbagi cerita mengenai Ki Hadi Sugito Almarhum walaupun sudah sangat terlambat.
    Lebaran 1429 H kemarin saya pulang ke Prambanan Yogyakarta. kebetulan saya masuk yogya sekitar jam 10 malam pada hari jum’at dan iseng2 puter radio ketemu salah satu radio sedang menyiarkan Wayang Kulit oeh Ki Hadi Sugito waduh pas banget iki KANGGO TOMBO KANGEN. Paginya sabtu 27 september 2008 saya baca berita di salah satu harian yogya bahwa pada tanggal 28 dan 29 setember 2008 akan diselenggarakan pertunjukan wayang kulit GAGRAK YOGYA didepan kantor baparda jl Malioboro oleh Ki Sutejo dan Ki Sutono Hadisugito, wah iki kebetulan aku pengen ngerti dalang Ki Sutono itu SEHEBAT BANPAKNYA TIDAK. tanggal 28 sept 2008 malam saya berangkat ke malioboro untuk mersani. Begitu nyampe denger suaranya ki Sutono jan CEPLES karo BAPAKNE. Waktu goro-goro disitu saya sangat kaget , dalam salah satu percakapan Petruk disitu menyebutkan bahwa welinge (pesannya) BAPAK SUWARGI … …… disitu saya bertanya dalam hati lho kalau Suwargi berarti sudah ALMARHUM, lalu saya tanya sama bapak-bapak didepan saya “PAK GITO MENIKO SAMPUN SEDO NJIH PAK? SAMPUN DANGU MAS (jawab bapak didepan saya)
    Cerita mengenai Ki Hadi Sugito Alm itu ketika saya SMP kelas 1 sekitar tahun 1977 dari temen sekelas dia cerita kalo sering mendengarkan wayang ki Hadi Sugito yang GER (LUCU). Karena waktu itu yang saya tahu dalang TOP Joya adalah Dalang KI Suparman (alm) dan Ki Timbul Hadiprayitno. Saya buktikan cerita temen tersebut memang Betul bahwa Ki Hadi Sugito memang banyolan-banyolannya sangat GER dan suaranya sangat khas dan mantab SULUKNYA sangat enak didengarkan. Kalo tidak salah lakonnya waktu itu WAHYU CATUR. Selanjutnya ya jadi Fans BERAT. Pertunjukkannya saya pernah beberapa kali melihatnya antara lain 2 kali di Sasono Hinggil Dwi Abad alun-alun kibul pada minggu kedua. Terakhir di Kampung saya (Prambanan) waktu saudara saya Nguwat Putranya (nanggap Ki hadisugito yang di duetkan dengan Campursarinya Manthous CSGK). Sekarang ki Hadi Sugito tinggal kenangan, saya berharap ki Sutono dapat meneruskan kehebatan Ki Hadi Sugito. Cuma sedikit catatan untuk Ki Sutono untuk SULUKNYA agak berbeda dengan bapaknya tetapi untuk kwalitas suara dan sabetan SAMA PERSIS (CEPLES) dengan bapaknya. Terima kasih untuk PAJECKO atas up loadnya dan saya sudah melihatnya terima kasih sekali lai untuk TOMBO KANGEN. Selamat Jalan Ki Hadi Sugito, kebesaran panjenengan akan selalu ku kenang dan semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan YME Amin.

  19. sigitpw Berkata:

    saya ada 2 vcd wayang ki hadi sugito yaitu semar mbangun kayangan dan petruk dukun sebenarnya ada 2 vcd lagi yang pernah saya jumpai tapi belum ada uang buat membeli yaitu wahyu eko jati satunya lagi lupa lakonnya.kalo mp3 ada banyak kalo mau cari datang aja di pasar wates kulon progo yogyakarta disekitar sana ada

  20. DEVI ABDURRAHMAN NAWAWI Berkata:

    ki sutono adalah manusia multi dimensi.beliau menembus sekat-sekat peradaban
    ada kekuatan kasat mata benang merah budaya revolusi rakyat.

  21. sigit Berkata:

    kulo gadhah mp3 pak gito sekitar 21 lakon ada yang dari sebagian dari internet sebagian lagi saya beli dipasar wates kulon progo yang sy beli mp3nya di wates (sengkuni tundung, gathot kaca gugur, abimanyu ranjap, duryudono gugur, wahyu manik godho inten dll) sebenarnya ada sekitar27 an lakon pak gito tapi blm saya beli semua.tentang vcd pak gito saya punya lakon semar mbangun kayangn dan petruk dadi ratu ada lagi lakon wahyu manik godho inten ada yang jual tapi sy belum pny.bagi yang pengen kirim surat ke email saya email saya di http://www.sigitpw@yahoo.co.id

  22. yarkasi Berkata:

    Saya secara Pribadi, di kesempatan ini dan tepat sekitar setahun Wafatnya seoarang Dalang terbaik kita, Ki Hadi Sugito, sebagai wujud rasa rindu dan kehilangan saya yang sangat dalam, dalam kesempatan ini ingin sekali bercerita apa yang saya alami dan saya kagumi dari sosok Ki Hadisugito..

    Saat ini saya tinggal di Batam, sekitar 15 tahun sudah saya merantau meninggalkan kampung halaman di sleman, dan selama itu pula saya tidak pernah lagi bisa mendengarkan kehebatan Ki hadi sugito saat mendalang, sebagai warga Yogyakarta, saya dari kecil memang sudah akrab dengan kesenian termasuk wayang Kulit, hampir setiap malam Bapak seolah sudah menjadi kewajiban untuk bisa mendengarkan Pergelaran Wayang Kulit yang pada saat itu menjadi acara andalan di hampir seluruh stasiun radio di Yogyakarta.
    Tetapi yang sulit saya hilangkan adalah kekaguman saya terhadap Kharisma Ki Hadi Sugito saat saya bisa berkesempatan melihat dan bertemu langsung meskipun hanya berpapasan, Ketika itu di dusun saya ( Konteng, sumberadi, Mlati Sleman) salah satu warga berkenan menggelar acara Wayangan, ketika itu di adakan oleh Mbah Guno, setelah putranya memenangkan pemilihan KADUS (kepala dusun) masih ingat betul saat itu saya bisa langsung berpapasan dengan Ki Hadisugito saat memasuki rumah tempat acara wayangan di gelar… dengan Pakaian Adat Jawa lengkap dan Keris tergantung di pinggang ( bukan di punggung ) sungguh saat itu gagah sekali, saat itu bahkan terjadi perbedaan pendapat antara tuan rumaha dengan ki Hadi sugito soal lakon apa yang akan di mainkan ketika itu..dari pihak tuan rumah menginginkan lakon Semar Mbangun kayangan, maklum ketika itu wayang di gelar sebagai pesta kemenangan pemilihan kadus, tetapi karena suatu hal dan atas perttimbangan yang mateng dari Ki Hadi Sugito, beliau menyarankan agar Lakon yang di mainkan ” Wisanggeni Gugat”, tetapi sang tuan rumah tetap menginginkan lakon semar mbangun kayangan, demi kepuasan tuan rumah akhirnya Ki hadi sugito tetap memainkan cerita tersebut, hanya saja saat itu saya masih ingat betul, sebelum memulai mendalang beliau berpesan pada tuan rumah, apabila terjadi apa2 dari akibat cerita semar mbangun kayangan beliau tidak bertanggung jawab..dan benar saja dalam beberapa bulan setelah acara wayang tersebut, Kadus kami yang baru terpilih tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai Kepala dusun dengan baik, bahkan tidak berfungsi sebagai mana seorang pimpinan…

    Nah dalam kesempatan yang baik ini, saya hanya bisa sedih saat sekarang ini di jaman yang serba internet ini justru sangat sulit mendapatkan pengganti sosok Ki Hadisugito…saya juga sangat mengucpakn terimakasih kepada Mas Kandar yang sudah rela Upload MP3 Wayang dengan dalang Ki Hadisugito yang setiap saat saya dengarkan sebagai pengobat rindu akan Ki Hadisugito..

    Untuk rekan2 , saya hanya bisa bercita cita entah sampai kapan bisa terwujud, bisa memiliki seperangkat gamelan lengkap dengan wayang kulitnya..bagi yang ingin berbagi informasi silahkan untuk bisa mengirimkan email ke yarkasi.71@gmail.com.

    TerimaKasih

  23. tonny Berkata:

    Innalillahi Wa Innaillaihi Roji’un. Saya jg penggemar Ki Hadi Sugito. Apalagi klo beliau memainkan tokoh durna sama sengkuni, suasana jadi “gayeng”. Saya kaget sekali, maaf klo boleh tahu karena apa beliau meninggal?

  24. Wisnu Berkata:

    Monggo pinarak

  25. Nyai Demang Berkata:

    Mas Sani,
    Sugeng enjing lan kulonowun.
    Sekedar mampir dulu, penggemar amatir Ki Dalang Hadi Sugito.
    Mau cari-cari mp.3 sang maestro.

    Matur nuwun

  26. auroraindra Berkata:

    saya dulu tinggal di wates saat kecil,namun sekarang saya di kalbar.tetapi ingatan tentang wayang saya sungguh amat interes.oleh karena itu dengan wafatnya ki hadi sugito saya sangat ikut kehilangan.jika kawan 2 di jawa berkenan kirim dvd/ mp3 wayang ki hadi sugito. trims

  27. aldhi Berkata:

    Sanget nderek handarbeni budaya wayang lan dalangipun. kuciwanipun, penghargaan nembe kapanggalih menawi sang tokok sampun sedo. midangetaken wayangan wonten ing radio sakmeniko mboten kedah ndalu, ananging wonten ingkang nyiaraken wekdal siang, senajan kanti tahapan/bersambung.

  28. toharudin Berkata:

    Nonton Pak Gito, belum lengkap rasanya kalo belum dengar dan tahu nongolnya Bagong. Maka, lakon yang dibawakan Pak Gito, yang paling kusuka ‘Bagong Kembar’. Semasa kecilku aku pernah melihat wayang dengan lakon tersebut sanpai dua kali! Dan itupun saya tidak merasa bosan. Pak Gito sayang.. selamat ya.. Telah bisa menggembirakan wong sak jagat abuh.

  29. purwantara Berkata:

    Ini adalah catatan saya dari radio masih am thok,sampai jaman mp3.mendengarkan lakon/pakeliran mbah Gito adalah ibarat seseorang yang sudah kecanduan akan sesuatu hal.tak heran karena beliau kurang lebih punya 100 rekaman,bayangkan…Bila beliau mendalang penonton bagai kena hipnotis sehingga tak perlu pakai bintang tamu pun sudah ok,dagelan rasah karena dalange wis pol lucune,Orang yang mengais rejeki jualan puas karena dagangan laku,pokoke semua puas.Beliau sanggub bertahan / konsisten dengan pola gagrak Jogja dan kalau mau jujur lakon KLEMANDINGAN PUTIH tlah di sadur dalang gagrak solo,jadi wahyu eka prastiya panca karsa,saya tahu dan ini dalang kondang.Bliau bisa ngeruhke wayang sehingga suasana bisa terbangun dengan nges.Wilayah wingit,Bathoro Guru,puntodewo,Abiyoso pun bisa digarap lucu,wis piye……..Namun kita tak boleh sebatas jadi orang yang romantis saja,yok bersama kita berpikir agar muncul Mbah Gito2x yang lain yg tetap komit dengan pangilan sebagai abdining budoyo,Karena wayang akan lestari bila ada,dalang,penanggab dan penonton.kalau ketiganya masih utuh insya Alloh wayang tetap masih punya napas.jadilah kita sebagai pemain yg baik,amin.

  30. boedjel Berkata:

    saya penggemar ki hadi sugito, kbetulan sy dr kulon progo jg. waktu kecil jg sring nonton, kalau beliau lg ndalang “mert deso”. pokoknya smalam suntuk. kbtulan skrg tggal di kalimantan. d ni ad radio lokal bahasa jawa jg, pas kapan itu mutar kaset ki hadi sugito, dengan senang sy simak critanya. idep-idep nggo tombo kangen dg kampung halaman. slam bwt smua penggemar “KI HADI SUGITO”.

  31. Sunaryo Berkata:

    Hadi Sugito adalah tetangga saya jadi sy.kehilangan berat atas meninggalnya Bp.Hadi Sugito.Beliau selain jadi dalang yang baik juga mempunyai ilmu yang tinggi pokoknya tak ada bandingnya.Selain lucu juga Sulok nya Pak Hadi Sugito empuk enak didengar gadem begitu.demikian salam untuk warga Toyan Wates Kulon Progo Yogyakarta.Saya Sunaryo Temanggal Wijimulyo Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan