Memetik Konsep Unik

Uniqlo, Muji (lengkapnya bernama Mujirushi Ryouhin), Daiso adalah 3 produk yang lahir di Jepang dan mulai menggeliat di sudut2 lain dunia. Malah Daiso sudah menggeliat pula di Jakarta. Tentu saja ini di luar eksistensi produk2 Jepang di dunia, terutama elektronik dan otomotifnya. Oleh sebab itu, besarnya perhatian dari sudut2 lain di luar Jepang untuk produk2 di atas patut diperhatikan. Kecuali Daiso yang memang banyak “menyebar” produk2 berbau Jepang, produk Uniqlo dan Muji sebenarnya universal. Tapi, mengapa mereka bisa cepat menjadi besar? Ah cepat sekali juga tidak, karena melihat sejarah Uniqlo yang berasal dari industri rumah tangga di Kota Ube di Prefektur Yamaguchi itu telah dirintis sejak lama. Tapi memang “booming”nya baru 10 tahunan belakangan ini. Dari semua itu, terlihat konsep yang unik dan spesifik lah yang menjadikan kunci keberhasilan mereka.

Uniqlo (dibaca “yunikuro” di Jepang) meski saat ini (makin) terasa biasa saja (bosen? ;-)), tapi biaya produksinya (semua massal dikerjakan di China) yang rendah dan disainnya yang terus berubah (bahkan mengikutsertakan masyarakat untuk mendisain beberapa produknya) terus mengepakkan sayapnya. Yang dulunya mengkhususkan diri untuk kaum muda, saat ini varian produknya menjangkau dari balita sampai manula. Begitu pula Muji dengan konsep “tak berlabel” dan minimalis pada semua produknya, dari rumah, perabot rumah tangga sampai fashion itu. Di Jepang produk2 Muji ini dianggap mewakili produk2 yang berpihak pada keserasian dengan lingkungan (tapi jatuhnya relatif masih lumayan mahal juga ;-(). Dan yang terakhir Daiso dengan pukul rata harga pada hampir seluruh produknya. Di Jepang karena dipukul 100 Yen (105 plus pajak), maka orang masih saja mengenalnya 100en shop (Di Amerika 1.5 dolar? Di Indonesia dilaporkan lebih dari 15 ribu? Yang jelas paling terasa mahal ada di Indonesia :-)).

Satu inovasi yang paling menarik dilakukan oleh Muji dengan “menceburkan” diri ke bidang perumahan. Baru saja dirintis 3 tahun lalu. Dan sesuai konsepnya, maka rumah yang dibangun pun adalah rumah2 simpel, minimalis, berkonsep rumah prefabrikasi,  dan mendukung gaya hidup “lohas” tadi  (lifestyle of health and sustainability). Rumah yang ditawarkan memang terbatas modelnya, tapi beragam modulnya. Rumah dengan tipe “mado no ie” atau rumah jendela tersedia dari yang paling kecil (2 lantai) dengan ukuran 5×6m2 (9.07 tsubo, 1m2 jatuhnya 0.3025 tsubo) yang jatuhnya sekitar 14 juta yen, sampai yang bermodul 8/10m (lantai dasarnya) seharga 23 juta yen. Rumah tipe lainnya adalah tipe “ki no ie“ atau rumah kayu yang mengambil konsep lebih sederhana berbentuk memanjang. Untuk modul dasar berukuran 6ma-4ma (dalam meter 10.92×7.28 m2) berharga lk. 20 juta yen.

Produk Jepang yang punya karakter kuat lainnya untuk bersaing sampai manca negara, mungkin Kokuyo :-). Produk stationery dan furniture-nya juga sederhana, lengkap, dan mengusung ide “universal design” di hampir semua produknya. Apalagi masa2 tahun ajaran baru ini, produk2 Kokuyo laris manis menjadi kebutuhan pendidikan maupun perkantoran. Jepang sendiri termasuk negara pelopor dan sangat yang sangat konsisten dengan isu2 universal design ini. (Kutipan awal universal design dari Mas Wiki: It is related to “inclusive design” and “design for all,” is an approach to the design of products, services and environments to be usabl by as many people as possible regardless of age, ability or circumstance. Barrier free design and assistive technology provide a level of accessibility for people with disabilities but they also often result in separate and stigmatizing solutions, for example, a ramp that leads to a different entry to a building than a main stairway. It links directly to the political concept of an inclusive society and its importance has been recognized by governments, business and industry).

3 Tanggapan ke “Memetik Konsep Unik”

  1. Satou, Murakami & Disain « A SUNNY DAY Berkata:

    [...] maupun logo2 yang menempel pada barang2, seperti kemasan bir Kirin Namakuro/Gokunama, Uniqlo (termasuk beberapa produk kaosnya didisain oleh Satou-san), Rakuten Ichiba, Klub J-1 Vissel [...]

  2. Juli Berkata:

    Pak Sani,
    Saya praktisi dibidang pembuatan produk house hold, semacam pembersih lantai, softener, bleach dll. Pernah dengar, selain di China utk produk massalnya. Daiso juga membuat di Indonesia. Kalo boleh tahu Pak, produk house hold seperti yang kami buat mereka juga ada gak? Dan adakah alamat mereka di 1-4-14 Nishi Joukichi Gyouda Higashi, Hiroshima, Japan. Informasi bapak sangat membantu kami. Saya juga sudah baca link yang bapak buat, tapi gak ngerti bhs Jepangnya :)Terimakasih banyak.

    Jawab:
    Mbak Juli Yth.,

    Terima kasih atas kunjungan maupun pertanyaannya. Ya, saya baru saja mengecek ke website Daiso di sini http://www.daiso-sangyo.co.jp/index.html. Dan memang di situ disebutkan bahwa “honsha” atau kantor pusatnya terletak di 1-4-14 Nishi Jokichi, Saijou Yoshiyuki Higashi, Higashi Hiroshima City 739-8501, Jepang (Kanjinya tertulis seperti ini, 本社 〒739-8501 東広島市西条吉行東1丁目4番14号). Jadi ada kekeliruan pembacaan pada alamat yang Mbak Juli sebutkan.

    Karena pada website tersebut tersedia bahasa Inggrisnya, mungkin akan mempermudah pencarian info bagi Mbak Juli juga. Dan ketika saya ketikka kata “Indonesia” yang keluar hanya info pembukaan toko di Indonesia sekitar bulan Desember 3 tahun lalu (http://www.daiso-sangyo.co.jp/company/index.html), sedang info pabrik dan lainnya saya tidak mendapatkannya.

    Demikian Mbak. Semoga benar2 bisa membantu. Maaf dan terima kasih. MSR

  3. Juli Berkata:

    Terimakasih banyak infonya Pak. Saya sudah kirim email ke mereka. Semoga kedepannya semakin baik … :) Salam dari Indonesia.

    Jawab:
    Sama-sama Mbak Juli. Sukses juga untuk Anda.

Tinggalkan Balasan